All for Joomla All for Webmasters

Warga Pulau Terluar Terapkan Bercocok Tanam

02 March 2019 Author :  

Pangkep - Bertani dengan bercocok tanam bukan hanya dilakukan warga yang berada di wilayah daratan,  tetapi warga pulau terluar di wilayah Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, juga menerapkan pola yang sana, meski letaknya di wilayah kepulauan.

Ternyata bertani di pulau terluar hingga di wilayah perbatasan perairan Lombok NTB juga  sangat cocok. Seperti dilakukan warga di dua pulau Satanger dan Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya, kini tengah menggalakkan bercocok tanam jagung dan kacang ijo.

Camat Liukang Tangaya Sulaeman mengakui hal ini saat sedang berada di Pangkajene, Kamis (28/2). Camat pulau terluar dari wilayah Pangkep tersebut menjelaskan jika sekarang ini,  warga di dua pulau itu diperkirakan panen jagung pada akhir Pebruari.

Begitu pula dengan  tanaman  kacang  hijau akan dipanen pada Maret mendatang. Tanaman jagung sedang dikembangkan oleh warga di Pulau Sailus dan Satanger sejak beberapa tahun terakhir. Hanya saja, ini dilakukan dengan pola yang sederhana dan dilakukan di ladang di sela-sela tanaman kelapa.

"Untuk luas lahan yang ditanami di kedua pulau tersebut sekitar 10 hektar dengan varietas tanaman jagung.  Selain jagung dan kacang hijau, kami juga bisa kembangkan lagi palawija," kata Sulaeman.

Potensi pertanian di wilayah kepulauan memang cukup menjanjikan, terutama di pulau yang mempunyai sumber air tawar yang baik. Hal ini sangat baik, lanjut Sulaeman, agar warga pulau mempunyai cadangan makanan di musim barat atau disaat gelombang dan cuaca yang cukup ekstrim.

Salah seorang warga Pulau Sailus, Nurdin menjelaskan jika di pulaunya selain tumbuh tanaman palawija juga berbagai tanaman buah-buahan. Hanya saja, katanya, belum  dimaksimalkan karena lahan yang terbatas.

"Di Liukang Tangaya ini memiliki Pulau Sailus dan Pulau Satanger, sebagai pulau terluar Pangkep yang sudah berbatasan dengan perairan NTB dan Bali. Untuk mencapai pulau tersebut, dari Pangkep ditempuh jarak 48 jam lebih, itupun jika cuaca normal,"  ucap Nurdin.

Sedangkan dari Lombok NTB ke pulau tersebut hanya membutuhkan waktu 6-8 jam. Umumnya aktivitas mata pencaharian warga pada kedua pulau tersebut adalah nelayan dengan beragam kegiatan seperti memancing, bagang dan rumput laut.

Selain di Liukang Tangaya.  Aktivitas bertani juga sedang dikembangkan para nelayan di wilayah kepulauan di Kecamatan Kalmas.  Warga Kalmas saat ini banyak yang mengembangkan tanaman padi. (Udi/Mcpangkajene)

 

103 Views
Admin
Login to post comments

Kontak kami

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

Tentang kami